Persibuk Diri dengan Ibadah

Persibuk Diri dengan Ibadah

Saudaraku, sibukkan diri dengan peningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Meningkatkan kualitas ibadah berarti dimulai dengan menambah ilmu tentang Allah, dan ilmu cara beribadah kepada-Nya sesuai dengan sunnah rasul-Nya.

Semakin kita sibuk dengan ibadah, semakin kita jauh dari kesibukan berkeluh kesah. Semakin baik kualitas ibadah kita, maka semakin kita sadar betapa sayang jika waktu yang ada dan sangat terbatas ini diisi dengan urusan sia-sia.

Tingkatkan ibadah kita salah satunya dengan memperbaiki kualitas salat kita. Seorang dokter pernah mengatakan bahwa yang paling penting dalam kesehatan tubuh kita adalah tulang pinggul dan tulang belakang. Tulang pinggul berperan sebagai fondasi dan tulang belakang sebagai tiang penyangga. Kalau fondasi retak, maka tiang jadi bengkok. Sedangkan jika tiang bengkok, maka kaca pecah, dinding rapuh dan dampak lainnya. Demikianlah gambaran dari tubuh kita.

Namun, alhamdulillah, sebagai muslim kita memiliki salat. Selain sebagai ibadah, salat merupakan olah tubuh yang sangat baik untuk menjaga kesehatan kita. Sebagai contoh, Rasulullah saw mengajarkan posisi punggung yang lurus rata tatkala ruku’ dalam salat. Aisyah menerangkan, “Beliau ketika ruku’ tidak mengangkat atau menundukkan kepala, tetapi seimbang di antara keduanya.” (HR. Muslim)

Ali bin Abi Thalib juga menerangkan, “Adalah Rasulullah saw ketika ruku’ seandainya diletakkan (dipunggungnya) gelas yang berisi air, niscaya tidak akan tumpah.” (HR. Ahmad). Sedangkan, Rasulullah apabila menunaikan salat malam bisa lama waktunya. Dan, kita melihat bahwa beliau adalah sosok yang sehat dan bugar tubuhnya.

Demikianlah, jika ibadah dilakukan sesempurna mungkin sesuai yang Rasulullah ajarkan, maka kebaikannya tidak hanya menjadi pahala, namun juga bagi aspek lainnya termasuk kesehatan tubuh. Demikian juga dengan ibadah lainnya seperti wudu dan saum. Seorang profesor dari Jepang pernah menerangkan ketika seseorang saum, maka tubuhnya akan memiliki kemampuan untuk mendaur ulang protein-protein rusak, sehingga menjadi sumber energi baru. Maka tidak heran jika saum yang dilakukan secara baik dan benar itu tidak membuat tubuh menjadi lemah. Masya Allah.

Semakin baik kualitas ibadah kita, maka semakin terbentuk kepribadian kita sebagai pribadi yang tangguh. Tidak mudah goyah oleh masalah yang datang. Tidak mudah labil dengan ujian yang menerjang. Tidak ada orang yang baik dan benar ibadahnya kepada Allah kecuali pasti Allah membimbingnya, sehingga ia akan kuat menghadapi setiap kesulitan. Jika jatuh maka ia bangun lagi. Jika gagal maka ia akan ikhtiar lagi. Jika sukses maka ia akan bersujud penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

[KH. Abdullah Gymnastiar]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.