DT Berdaya Gencar Studi Banding untuk Kokohkan Program

DT Berdaya Gencar Studi Banding untuk Kokohkan Program

Yayasan Pemberdayaan Ummat Daarut Tuhiid (DT Berdaya) terus berupaya dalam mengkokohkan program-programnya agar dapat memiliki kualitas yang ideal, sehingga dapat semakin dipercaya oleh umat. DT Berdaya pun  melakukan studi banding peternakan dan pemberdayaan ke Al-Ittifaq Ciwidey, Kampung Ciburial RT. 02 RW.10, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Direktur Yayasan Pemberdayaan Umat Daarut Tuhiid (DT Berdaya), Dede Mulyawan mengatakan, studi banding ini dilakukan, guna meningkatkan pengelolaan peternakan dan pemberdayaan kepada umat. Dari studi banding ini dapat diserap ilmu-ilmu pengelolaannya yang membuat Al-Ittifak Ciwidey dapat tetap maju walaupun cuacanya tidak menentu.

“Walaupun kita sekelas Daarut Tauhiid, namun bukan berarti kita sudah hebat dalam segala program, kita juga perlu belajar dari yang telah berhasil dalam hal pengelolaan programnya. Maka, perlu adanya studi banding. Al-Ittifak Ciwidey ini selain memiliki peternakan dan perkebunan juga memiliki perikanan. Dari pengelolaan ketiga aspek tersebut, bisa kita terapkan nantinya di Kampung Wisata DT,” jelasnya pada Rabu (6/11).

Menurutnya, hasil studi banding tersebut dapat di terapkan juga di Program Desa Ternak Mandiri (DTM), dan Program Koperasi Pemberdayaan Umat (Kopmu) DT. “Program DTM bisa mulai melakukan pembibitan hewan ternak. Selama ini Program DTM berfokus pada penggemukannya saja. Sedangkan Kopmu DT bisa memberdayakan hasil pangan dari perkebunan, sehingga yang diberdayakan tidak hanya barang-barang jadi saja, tapi juga pangan seperti sayuran dan buah-buahan,” tambahnya,

Sebelumnya, Al Ititifak Ciwidey adalah salah satu Pondok Pesantren di Wilayah Bandung Selatan, yang terkenal dengan ke unikannya, karena memiliki sumber perekonomiannya dari agribisnis, di tambah dengan peternakan dan perikanannya. Hasil sayur mayur dari lahan perkebunannya telah menembus pasar-pasar modern di Pulau Jawa, dan mendapat pengakuan dari Pemerintah sebagai pesantren dengan tingkat pemberdayaan yang fokus pada agribisnis. (Sukmara Galih)

Leave a Reply

Your email address will not be published.