Ikhtiar dan Tawakal

Ikhtiar dan Tawakal

Allah SWT berfirman, “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath Thalaq [65] 2-3).

Gigihnya ikhtiar, jangan sampai melemahkan tawakal kita kepada Allah SWT. Dan, kuatnya tawakal kepada Allah, jangan sampai melemahkan ikhtiar kita. Ikhtiar dan tawakal harus selaras, seimbang, beriringan. Inilah yang menjadi kunci agar kita mendapat pertolongan Allah SWT.

Seimbangnya tawakal dan ikhtiar bentuknya adalah dengan serius dalam taubat, lurus dalam niat, bagus dalam ibadah, serius dalam memperbaiki diri. Dan, tentu saja serius juga dalam ikhtiar kita. Jangan sampai kita sungguh-sungguh dalam doa dan tawakal akan tetapi dalam ikhtiar kita alakadarnya saja bahkan berleha-leha.

Apalah artinya kerja keras kita kalau Allah tidak menolong kita. Sekeras apapun upaya, kalau Allah tidak ridha, tidak memberi pertolongan, maka tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Maka, maksimalkanlah ikhtiar kita sembari tetap bersandar dan bergantung hanya kepada Allah SWT.

Tidak perlu berharap-harap pada penilaian makhluk, tidak perlu bergantung pada balasan dari makhluk. Fokuskan saja pada ikhtiar kita semaksimal mungkin, sebaik mungkin, jauhi hal-hal yang tidak Allah sukai dan berserah diri kepada-Nya.

Tawakal dan ikhtiar semestinya adalah satu kesatuan, harus sama-sama kencang, sama-sama serius, sama-sama sungguh-sungguh. Inilah yang akan mengundang datangnya pertolongan Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

Leave a Reply

Your email address will not be published.