Belajar Ikhlas

Belajar Ikhlas

Mengapa itikaf di masjid? Karena untuk menghemat sewa kontrakan. Mengapa rajin shaum senin-kamis? Karena ingin langsing sekaligus menghemat uang jajan. Mengapa disiplin sholat subuh di awal waktu? Karena ingin wajah terlihat berbinar.

Saudaraku, Allah SWT berfirman, “Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik)..” (QS. Az Zumar [39] : 2-3).

Saudaraku, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam menjaga kebersihan hati agar senantiasa lurus dan murni dalam berniat. Karena Allah SWT hanya menerima amal sholeh seorang hamba yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya mengharapkan rida-Nya semata. Boleh jadi kita menunaikan rencana niat baik kita, akantetapi saat melakukannya hati kita berbelok menjadi berharap sesuatu yang lain selain penghargaan Allah.

Seperti saat ikut aksi bela Islam tempo hari di Jakarta. Mari kita tafakuri kembali, muhasabah kembali apa sebenarnya niat kita. Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang direncanakan sebagai kebaikan, sebagai amal sholeh kita sehingga kita berusaha sekuat tenaga agar semuanya berlangsung tertib dan damai, ada dalam ridho Allah SWT. Namun, bagaimana dengan hati kita, jangan sampai niat kita malah hanya ingin dilihat orang lain sebagai pemberani, jangan sampai niat kita hanya ingin berfoto selfie sehingga dikagumi orang lain.

Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya pernah mengingatkan kepada kita tentang seorang mujahid yang gugur di medan jihad, seorang dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh, dan seorang yang hafal dan paham al-Quran, akantetapi ketiganya masuk neraka. Sebabnya hanya satu, karena bukan Allah yang ada di dalam hatinya.

Subhaanallah! Marilah kita terus-menerus melatih diri untuk terampil menjaga niat. Semoga Allah SWT menerima amal sholeh kita dan membimbing kita dengan hidayah-Nya sehingga kita termasuk orang-orang yang ikhlas. Aamiin yaa Robbal’aalamiin. 

[KH. Abdullah Gymnastiar]

Leave a Reply

Your email address will not be published.