Program KOPMU DT Melatih Mustahik Menjadi Muzaki

Program KOPMU DT Melatih Mustahik Menjadi Muzaki

Kemiskinan memang menjadi masalah laten di Indonesia. Kenaikan harga sembako, kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kenaikan tarif listrik, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan beberapa faktor yang turut menyumbang jumlah kemiskinan.

Hadirnya Koperasi Pemberdayaan Umat (KOPMU) Daarut Tauhiid (DT), yang dijalankan oleh DT Berdaya, diselaraskan dengan Program Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat (Misykat) Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli. Program tersebut fokus pada pemberdayaan umat dengan pemberian permodalan dan pelatihan keterampilan kepada kelompok binaan yang terdiri dari para mustahik.

“Melalui program ini, mustahik yang telah masuk dalam kategori kelompok binaan penerima manfaat, diberi keterampilan serta wawasan berwirausaha, pendidikan menabung, penggalian potensi, dan diberi dana bergulir untuk membuka usaha,” jelas Iwan Firmansyah Ketua KOPMU DT, pada Selasa (14/1).

Program tersebut, selain memberikan pembinaan dalam sisi wawasan wirausaha, pembinaan dari sisi akhlak dan karakter juga dilakukan agar penerima manfaat mempunyai rasa tanggung jawab terhadap amanah berupa dana yang dipinjamkan, memiliki jiwa mandiri, bermental kuat, dan memiliki motivasi tinggi untuk terus berikhtiar.

“Penerima manfaat diharapkan tidak putus asa ketika usahanya mengalami masalah, karena di balik masalah itu ada hikmah untuk mengembangkan usaha ke depan. Penerima manfaat juga dilatih untuk mengubah pola pikir dan sikap ke arah yang lebih baik,” tambah Iwan.

Sebagian besar dari kelompok binaan ialah pengusaha kecil dan menengah seperti petani, peternak kelinci, pembuat kue, konveksi, dan warung. Tujuan akhir dari program ini adalah mengubah kondisi penerima manfaat dari mustahik menjadi muzaki.(Sukmara Galih)

Leave a Reply

Your email address will not be published.